• Sabtu, 4 Desember 2021

Dimandikan Air Comberan, Narapidana Asal Pontianak Ini Viral di Media Sosial

- Rabu, 20 Oktober 2021 | 08:53 WIB
Ilustrasi narapidana di dalam lapas (Mahri Priyatno)
Ilustrasi narapidana di dalam lapas (Mahri Priyatno)

Baru-baru ini beredar sebuah video yang menayangkan seorang narapidana Kelas II A Pontianak diguyur air comberan. Ketika dikonfirmasi, Farhan Hidayat selaku Kepala Lapas Kelas II A Pontianak mengungkap, bahwa kejadian tersebut memang tak diketahui oleh petugas. Namun Farhan menegaskan, tindakan penyiraman air comberan kepada salah satu narapidana tersebut bukan aksi bullying seperti berita yang beredar di masyarakat.

Kepada para awak media, Farhan menjelaskan, tindakan penyiraman air comberan yang terjadi kepada napi berinisial ER merupakan bentuk nazar atau janji yang memang dibuat dan ditepati oleh ER sendiri. Diketahui, ER adalah seorang warga binaan yang harus masuk ke Lapas terkait kasus narkoba.

Saat putusan pertama di pengadilan, ER mendapat hukuman seumur hidup. Tak lama setelah itu, ER mengajukan banding yang justru mendapat hukuman mati. Lagi-lagi, ER mengajukan banding untuk yang kedua kalinya. Putusan kasasi dari pengadilan akhirnya turun menjadi 18 tahun masa tahanan.
Ketika menunggu putusan kasasi tersebut, ER sempat bernazar atau berjanji untuk buang sial jika hukumannya turun. Nazar tersebut diucapkan oleh ER bahwa dirinya siap dimandikan oleh teman-temannya menggunakan air comberan.

Ternyata, putusan yang dibuat oleh pengadilan sesuai dengan keinginan ER. Berawal dari vonis hukuman mati, ER hanya divonis menjadi hukuman penjara selama kurang lebih 18 tahun. Farhan menambahkan, saat teman-teman sesama napi mendengar kabar tersebut, mereka pun menagih janji atau nazar yang memang telah dibuat oleh ER tersebut.

Nazar yang dimaksud terucap saat ER masuk di tanggal 23 Maret 2021 lalu. Dengan kata lain, tindakan yang dilakukan kepada ER ini bukan bentuk dari aksi bullying, melainkan nazar. Tadinya, ER berada di blok H. Namun karena putusan turun, ER dipindahkan ke blok B. Alhasil, orang-orang yang ada di blok H tidak mengetahui putusan ER. Setelah tahu, janji tersebut akhirnya ditagih langsung kepada ER.

Sebenarnya, ER sudah menjalani masa tahanan selama dua tahun. Awalnya, ER ditempatkan di Lapas Mempawah. Setelah mendapat penurunan hukuman menjadi 18 tahun, ER dipindahkan ke blok B dari yang sebelumnya berada di blok H atau blok yang memang menampung tahanan kasus berat.

Farhan juga sempat menjelaskan, bahwa penyiraman air comberan merupakan bentuk euforia para napi ketika mendapat penurunan hukuman maupun pembebasan. Tak jarang ada napi yang sudah bebas diguyur air comberan atau dilempar telur. Bahkan, ada juga yang sengaja diceburkan ke parit karena memang itu bentuk kebiasaan atas luapan rasa bahagia mereka.

Berdasarkan keterangan yang didapatkan, kejadian penyiraman air comberan kepada ER dilakukan tepat setelah salat Jumat. Di mana, saat itu kamar di setiap blok akan terbuka sehingga para napi bisa saling berkomunikasi.

Ketika peristiwa penyiraman air comberan itu terjadi, sama sekali tak ada petugas yang mengetahui. Jelasnya, kejadian tersebut bukan atas inisiasi petugas dan tidak ada izin. Hal tersebut juga akhirnya diketahui setelah diadakan pemeriksaan dan ponsel yang diduga digunakan untuk merekam aksi tersebut pun disita. Hingga kini, petugas masih terus menyelidiki penggunaan dan dari mana asal ponsel tersebut.

Farhan juga mengungkap, pihaknya akan memberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku kepada napi yang terbukti membawa ponsel ke dalam tahanan.

Editor: Mahri Priyatno

Sumber: Kumparan.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X