• Sabtu, 4 Desember 2021

Jonatan Christie Berhasil Bawa Indonesia Jadi Juara Piala Thomas

- Senin, 18 Oktober 2021 | 05:24 WIB
Jonatan Christie  (Mahri Priyatno)
Jonatan Christie (Mahri Priyatno)

Jonatan Christie jadi salah satu wakil Indonesia yang turut menghadapi China pada Final Piala Thomas 2020, Minggu, 17 Oktober 2021 semalam.

Atlet kebanggaan Indonesia tersebut berhasil mengalahkan Li Shi Feng dalam gelaran partai tunggal putra di Aarhus, Denmark dengan nilai skor 21-14, 18-21, dan 21-14.

Berdasarkan nilai yang tercatat, bisa diketahui skor akhir dari partai final Piala Thomas adalah Indonesia 3-0 China. Artinya, Indonesia berhasil menyabet gelar juara!

Babak 1 Jonatan Christie vs Li Shi Feng pada Final Piala Thomas

Seperti biasa, Jonatan Christie memulai laga dengan rasa percaya diri begitu tinggi hingga akhirnya berhasil unggul 5-0. Tampak betapa gesitnya Jojo dengan variasi pukulan yang jauh lebih bagus daripada lawannya. Bahkan, Jojo memiliki netting yang tak kalah sempurna.

Setelah mencetak skor 5-0, terjadi reli panjang. Jojo kembali mencetak poin melalui pukulan akurat ke arah belakang lapangan. Setelah Li berhasil meraih satu poin, Jojo justru mengirim smash yang membuatnya mendapatkan poin 7-1.

Meski perlahan, Li tetap mengejar perolehan skor sementara 7-4, 8-5, 8-6. Kendati demikian, Jojo tetap mampu membuktikan reputasinya sebagai tunggal putra di peringkat tujuh dunia tak main-main. Pada akhirnya, Jojo meninggalkan tunggal putra di peringkat 65 dunia itu dengan skor 11-6 tepat di interval.

Usai interval, Jojo kembali merebut dua poin secara berurutan dengan skor akhir 13-6. Namun sayang, empat pukulan melebar menjadikan skor 13-10. Kemudian, jumping smash dari Li lagi-lagi menjadi skor 13-11. Tapi itu tak berlangsung lama, karena netting fantastis dari Jojo mengubah poin menjadi 14-11.

Ketika skor mencapai 14-12, tipuan drop shot dari Jojo menjadikannya 15-12. Lagi-lagi, Li kembali mendekat dengan perolehan 15-14. Beruntung, satu pukulan out dan smash yang justru nyangkut net dari Li membawa Jonatan unggul 17-14. Bahkan, deretan pengamatan yang nyaris sempurna disertai pukulan akurat mengantar Jojo unggul di angka 19-14. Kebolehan Jojo kembali disorot hingga mengantarnya membawa dua poin sekaligus menjadi 21-14.

Babak 2 Jonatan Christie vs Li Shi Feng pada Final Piala Thomas

Situasi berbanding terbalik pada babak kedua. Kali ini, Jojo terlihat kewalahan hingga tertinggal 1-5. Meski sempat menyempitkan skor menjadi 2-5, jumping smash menyilang dari Li Shi Feng mampu mengubah skor 2-6 dan 3-11 di interval.

Perlahan tapi pasti, Jojo terus mendekat dengan skor 5-13 hingga kemudian melepas dua jumping smash beruntun lurus tepat ke sisi kiri Li sehingga peroleh skor menjadi 7-13. Kemenangan pada duel net menjadikan skor sementara 8-13 untuk Jojo. Ditambah lagi satu smash akurat menciptakan 9-13. Namun, drop shot menyilang dari Li tampaknya menghentikan reli poin Jojo menjadi 9-14.

Seakan tak ingin menyerah, Jojo kian gencar melakukan tekanan pada lawannya. Kali ini, Jojo mengincar sisi kanan Li yang terbukti dari beberapa pukulan menghasilkan skor 12-15. Sayangnya, Li kembali menemukan determinasi dan melesat 12-18. Jojo meraih dua poin secara beruntun berkat pukulan out dari Li ditambah smash akurat 15-18.

Lucky ball setelah menahan smash keras Li menjadikan perolehan skor 16-18. Jojo mengeluarkan jurus netting andalan dan tetap menempel Li dengan skor 18-19. Namun sayangnya, Jojo harus kalah di angka 18-21.

Babak 3 Jonatan Christie vs Li Shi Feng pada Final Piala Thomas

Di babak ketiga, Jonatan Christie memperoleh dua poin secara beruntun berkat pukulan out dari Li sebanyak dua kali. Sayang, Jojo kembali kehilangan kecermatan hingga terkejar 2-2. Li berbalik unggul menjadi 2-3 setelah Jojo gagal mengembalikan pukulan.

Kejar-kejaran skor tak terhindarkan. Jojo berhasil unggul di angka 5-4, tapi kembali terkejar 5-7. Jojo tampaknya harus lebih fokus untuk menghindari banyak kesalahan tak perlu. Akhirnya, satu smash keras mengubah skor menjadi 6-7 dan tiga smash secara beruntun membuat Jojo mampu menyamakan skor 7-7.

Jojo terlihat begitu gampang kehilangan poin akibat pukulan out dan serba nanggung. Di interval, skor berubah menjadi 9-11. Artinya, Jojo kembali tertinggal karena drop shot nyangkut pada net. Setelah itu, Jojo kembali menyamakan kedudukan dengan skor 11-11.

Drop shot yang sempurna ke arah dekat net lawan membuat Jojo kembali unggul di angka 12-11. Netting cantik membawa Jojo menjauh 13-11. Tak berapa lama, Li menepi sejenak karena kesakitan di bagian paha kiri sehingga membutuhkan perawatan medis.  

Skor sempat berubah menjadi 13-13, tapi Jojo kembali unggul berkat smash silang. Setelah itu, terjadi reli panjang dan Jojo berhasil memaksakan poin sebesar 15-13 setelah mengakhiri beberapa pukulan lob dengan pukulan net sempurna.  

Beruntung, backhand drive Li nyangkut pada net dan menjadikan skor 16-13. Tak cukup sampai di situ, masih ada dua smash nyangkut pada net Li sehingga skor jadi 18-13. Aksi bertahan Jojo dalam mengembalikan smash Li juga sangat patut diacungi dua jempol. Skor akhir menunjukkan angka 21-14 yang artinya, Indonesia berhasil jadi juara Piala Thomas.

Editor: Mahri Priyatno

Sumber: Kumparan.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X