• Kamis, 26 Mei 2022

Awas Perdarahan! Trik Viral Membunyikan Kulit Kepala Ini Ternyata Tak Layak Ditiru

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 18:15 WIB
Tren scalp popping (Mahri Priyatno)
Tren scalp popping (Mahri Priyatno)

Para pengguna TikTok sedang ramai membicarakan soal tren membunyikan kulit kepala seperti yang biasa dilakukan di area sekitar buku-buku jari. Teknik ini dilakukan dengan cara menarik rambut hingga mengeluarkan bunyi tertentu yang diklaim mampu menghilangkan rasa sakit di kepala.

Dalam satu video TikTok yang sampai saat ini telah ditonton lebih dari lima juta kali menunjukkan, seorang wanita melakukan hal tersebut. Awalnya, rambut sang wanita dipilin perlahan, kemudian ditarik sedemikian kencang hingga menghasilkan suara seperti meletup.

Tentu saja, video tersebut menuai beragam reaksi dan komentar dari warganet. Bahkan, tak sedikit yang mencoba melakukan hal tersebut meski hanya beberapa saja yang berhasil, sedangkan lainnya mengaku tak bisa. Beberapa orang juga sempat menyebut bahwa menarik rambut dan kulit kepala merupakan cara tradisional dalam menyembuhkan sakit kepala.

Pendapat para ahli

Menanggapi tren yang beredar, dr Anthony Young, seorang ahli bedah asal Detroit, Amerika Serikat menjelaskan dari mana sumber bunyi tersebut. Ternyata, bunyi yang dihasilkan dari rambut dan kulit kepala yang ditarik berasal dari jaringan kulit bernama galea aponeurotica. Fungsinya untuk menghubungkan kulit kepala dan tengkorak.

Sang dokter juga sempat mengatakan agar orang-orang tak mengikuti tren membunyikan kulit kepala ini. Alasannya karena bisa saja terjadi risiko sobek yang menyebabkan perdarahan pada area bawah kulit.

Sementara dampak lain yang bisa ditimbulkan adalah akar rambut yang ada pada kulit kepala juga bisa saja mengalami kerusakan permanen. Jika akar rusak, maka rambut tak akan pernah kembali tumbuh. Dengan kata lain, kulit kepala memang tidak untuk dibunyikan apapun alasannya.

Dikenal dengan istilah scalp popping

Ternyata banyak orang menyebut tren ini sebagai scalp popping karena saat beberapa jumput rambut ditarik, akan terdengar bunyi ‘pop’ pada kulit kepala. Meski tak sedikit yang mempercayai bahwa teknik ini bisa meredakan sakit kepala, para ahli ternyata tidak menyarankan hal tersebut untuk dilakukan.

Selain berpotensi merobek kulit kepala beserta seluruh jaringan di bawahnya, tindakan ini juga bisa memicu ketegangan di area leher ketika rambut ditarik dari kepala. Jika memang terpaksa, maka harus dilakukan oleh seseorang yang telah terlatih dan berpengalaman.

Apabila seseorang ingin meredakan sakit kepala, sebaiknya tidak dengan cara tersebut. melainkan, memijat kedua pelipis dan kening secara perlahan selama beberapa menit. Cukup letakkan dua jari pada kedua sisi pelipis, lalu buat lingkaran kecil. Pertama ke satu arah dan kemudian ke arah lainnya.

Bisa juga dengan cara menarik sebagian besar rambut secara kuat, namun tetap perlahan. Tindakan ini memiliki efek serupa tapi tidak akan memicu reaksi apapun yang membahayakan.
Bagaimana, tertarik untuk mencobanya?

Editor: Mahri Priyatno

Sumber: detik.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X